2.7.09

PUISI HIDUP

PEMBUAT JEMBATAN

Sesosok orang renta menyusuri jalan sepi.
Menjelang malam dingin dan kelabu.
Mendekati sebuah jurang besar, lebar, dan dalam.
Di bawah, air pasang mengalir kencang.

Lelaki tua itu menyeberang dalam cahaya temaram.
Arus bergolak tak membuatnya gentar.
Tetatpi begitu tiba di seberang ia berbalik.
Lalu dipasangnya jembatan untuk menyeberang.

“Orang tua,” kata seseorang di dekatnya.
Engkau membuang tenaga dengan membangun di sini.
Perjalananmu'kan berakhir di penghujung hari.
Engkau takkan pernah lewat sini lagi.
Engksu tlah memintas jurang lebar dan dalam itu.
Buat apa membangun jembatan dari ujung sini.

Pembangunan jembatan itu mengangkat kepalanya yang kelabu.
Teman di jalan yang baru kulalui, kutanya.
Ada yang mengikuti aku.
Seorang yang lebih muda harus melewatinya.
Arus bergolak mungkin sepele bagiku.
Tapi bagi orang muda mungkin jurang yang mematikan;
Ia juga harus menyeberang dalam cahaya temaram.
Teman, aku membangun jembatan baginya.

“KETABAHAN”

KETIKA SELURUH DUNIA SEMAKIN SURAM
DAN SEMUA TAMPAK TIDAK BEGITU JELAS
KETIKA BAYANG-BAYANG TAMPAK MULAI MENGGANTUNG
TUHAN, TABAHKANLAH AKU.
KETIKA SEGALANYA TELAH DICOBA
DAN KELIHATANNYA TIDAK ADA JALAN, BUATLAH AKU TETAP INGAT
KADANG KADANG PERJALANAN MEMANG LAMBAT.
AKU MUNGKIN HANYA PERLU BERHENTI DAN BERISTIRAHAT
SEPANJANG LINTASAN YANG KUTEMPUH,
SAATNYA UNTUK MENCOBA MENGERTI
DAN BERBINCANG-BINCANG DENGAN TUHAN.
SETELAH KUDAPAT KEKUATAN BARU UNTUK LANJUT
TANPA RAGU ATAU TAKUT,
BAGAIMANAPUN AKU TAHU MASALAH AKAN BERES,MAKA, TABAHKANLAH AKU

HIDUP
Seberapa jauh perjalanan Anda dalam mengarungi hidup bergantung pada kelembutan Anda pada kaum muda, hormat dan kasih kepada kaum tua, sikap simpati kepada kelaparan, dan toleransi baik kepada yang lemah maupun yang kuat. Karena pada suatu hari dalam hidup, Anda akan mengalami semua ini.

APA YANG KUTAKUTKAN?
Aku biasa hidup dalam ketakutan yang senantiasa menghantui,takut kehilangan semua yang kumiliki, atau takut tidak akan pernah memiliki semua yang kuharap dapat kucapai.
Bagaiman kalau rambutku rontok?
Bagaimana kalau aku tidak pernah mempunyai rumah?
Bagaiman kalau aku kehilangan pekerjaan?
Bagaimana kalau aku sakit, cacat dan stress?
Bagaimana kalau sudah tua, jompo ataupun tidak mempunyai segalanya?
Hidup mengajarkan kepada mereka yang mendengar, melihat dan melaksanakan.
Apapun yang tidak kita ketahui atau yang datang senantiasa tidak kuatir.
Semua itu tidak akan membuat kebahagiaan.
Hanya Tuhan yang kekal abadi tidak ada yang kita takutkan bila Dia melindungi kita. Kita hanya bedoa padaNya segalanya tersedia.
Maka tiba saatnya bagiku untuk merenung jika ajal datang aku tetap setia dan siap menghadap Juru SelamatKu, Apapun tak akan kutakutkan.
KATAKU KEPADAKU
Aku banyak bicara kpd diri sendiri belakangan ini.
Tentang apa pun yang kuperbuat.
Kutemukan bahwa aku sering sangat butuh.
Pembicaraan yang serius.

Tarik pundakmu ke belakang kataku kepadaku
sambil beranjak ke ruang tengah.
Pundak kuregakkan, langkah kutegapkan;
Ah, semoga aku tidak jatuh.

Kukatakan kepadaku, begitu aku bangun,
Dan ketika nyeri sungguh menyiksa,
Ingat, banyak yg menderita lebih dari ini.
lebih daripada yg pernah kualami.

Betapa sungguh menjengkelkan
Karena tak paham yg mereka katakan.
Dan aku curiga Bahwa aku dijawab sekenanya.

Maka kuingatkan diriku
Jawaban sekenanya bukan hal baru
Terkadang akupun begitu
Menjawab seenak perutku.

Belakangan ini aku butuh kaca pembesarku.
Maka kataku kepadaku
Bersyukurlah masih bisa membaca
Banyak yg melihat pun sudah tidak bisa.

Kukatakan kepadaku aku hrs olahraga
Walapun kulebih suka duduk dan membaca
Tapi kalau aku ingin tetap kuat
Yang tlah kukatakan harus kuturut.

Aku masih dapat berjalan, melihat, dan mendengar
Meski tidak lagi seperti sebelumnya.
Kupikir ini sungguh membantu
Saat aku bicara dengan aku.

23.6.09

Sapaan




widgets

KATEKHISMUS KECIL

KATEKHIMUS KECIL DASA TITAH BAB I Dasa Titah Titah Pertama Akulah Tuhan Allahmu, seru Tuhan kita. Tidak boleh ada allah lain, kecuali Aku. Maksudnya adalah : Kita harus lebih takut, lebih kasih dan lebih yakin dan percaya terhadap Allah, dari pada terhadap segala-galanya. ________________________________________ Titah Kedua Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun, yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air untuk disembah atau bertakwa kepadanya. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan bersembah sujud kepada Allah lain atau meminta kehidupan dari padanya, dan jangan memanggil roh-roh atau berkeyakinan kepada tenungan-tenungan dukun, dan jangan yakin kepada benda-benda bermana (sakti). ________________________________________ Titah Ketiga Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan, karena Allah akan menghukum orang yang menyalah-gunakan namaNya. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah. ________________________________________ Titah Keempat : Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan itu. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada hari yang ketujuh ialah Sabat bagi Allah Tuhanmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu, juga anakmu laki-laki atau perempuan, pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain yang berada di tempat kediamanmu. Sebab Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya di dalam enam hari. Kemudian Ia beristirahat pada hari yang ketujuh. Itulah sebabnya Allah memberkati hari itu dan menguduskannya. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap rendah akan ajaran dan Firman Allah; hendaklah kita menganggap itu kudus, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan gembira. ________________________________________ Titah Kelima Hormatilah Bapa dan Ibumu agar engkau berbahagia dan lanjut umurmu di bumi yang diberikan Allah kepadamu. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orangtua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka. ________________________________________ Titah keenam Jangan engkau membunuh! Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mengancam kehidupan tentangga kita (sesama) maupun mendatangkan bahaya kepadanya, melainkan kita harus bersahabat dan membantu kebutuhan hidup mereka. ________________________________________ Titah Ketujuh Jangan engkau berzinah! Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap sopan dalam kata dan perbuatan. Orang yang telah berumahtangga harus setia dan saling mencintai. ________________________________________ Titah Kedelapan Jangan engkau mencuri Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mencuri uang atau harta sesama manusia, atau mempergunakan tipu daya menjatuhkan usaha dan niaga sesama manusia untuk kepentingan kita. Kita harus membantu memajukan usaha mereka serta memeliharanya. ________________________________________ Titah Kesembilan Jangan engkau berdusta! Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mendustai, mengkhianati, menfitnah, maupun bersaksi palsu serta merendahkan martabat sesama manusia. Kita harus saling melindungi dan menyatakan hal-hal yang baik saja emngenai sesama manusia apabila belum nyata dan jelas diketahui kesalahannya. ________________________________________ Titah Kesepuluh Jangan engkau mendambakan akan rumah sesamamu. Jangan engkau mendambakan akan istrinya, atau pembantunya laki-laki maupun perempuan, ternaknya atau segala sesuatu milik mereka. Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mempergunakan tipu daya untuk memiliki harta sesama manusia serta harta warisannya. Kita harus membantu mereka memelihara hartanya. Dan jangan kita menghasut, baik istri maupun pembantunya dan menipu ternaknya. Kita patut menasehati mereka serta membujuknya agar tetap cinta dan setia kepada tugasnya. ________________________________________ Apakah ketentuan Tuhan Allah akan Dasa TitahNya itu? Demikian: Akulah Tuhan Allahmu, Allah pencemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada turunan yang ketiga dan keempat dari orang yang melanggar titah atau FirmanNya, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu. Maksudnya adalah : Allah mengancam akan menghukum segala orang yang melanggar titah atau FirmanNya. Oleh karena itu kita harus takut akan murkaNya dan jangan melanggar titah atau FirmanNya. Ia menjanjikan anugerah kasihNya dan segala yang baik bagi semua orang yang memelihara serta menaati titah atau FirmanNya. Dengan demikian kita harus kasih dan percaya akan Dia dan dengan ikhlas serta gembira melaksanakannya. KESAKSIAN IMAM RASULI Bab II Kesaksian Iman Orang Kristen Pasal Pertama Iman terhadap Allah Bapa Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Makakuasa, yang menciptakan semesta langit dan bumi. Maksudnya adalah : Aku percaya bahwa ada Allah yang menciptkan aku dan segala yang ada. DiperlengkapiNya aku dengan tubuh dan jiwa, mata, telinga dan seluruh anggota tubuhku, pikiran dan segala perasaan, dan hingga kini dipeliharaNya semua. Juga diberikan kepadaku pakaian, makanan setiap hari, rumah dan kampung halaman, keluarga dan harta benda dan segala sesuatu yang kubutuhkan dalam hidup ini. Hidupku dipelihara agar jangan binasa dan dilindungi dari segala bahaya dan kejahatan. Segala kebaikan Allah tersebut diberikan kepadaku bukanlah karena kebaikan kelakuanku oleh karena untung nasib hidupku, melainkan hanya anugerah Tuhan dan kebaikanNya saja. Oleh itu menjadi kewajibanku berterimakasih, memuji, melayani serta mentaati FirmanNya. Demikianlah sesungguhnya. ________________________________________ Pasal Kedua Keselamatan manusia Aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allha yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, alhir dari gadis perawan Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan akan turun dari Sorga untuk menghakimi orang hidup dan mati. Maksudnya adalah : Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Allah sesungguhnya, yang diperanak BapaNya dari kekekalan, dan juga Dia adalah manusia yang sesungguhnya, yang lahir dari gadis perawan Maria. Dia adalah Tuhanku, yang menebus dan menyelamatkan aku, manusia yang sesat dan terkutuk, ditebusNya dan membebaskan aku dari segala dosa, dari kematian dan dari kuasa iblis, bukanlah dengan emas atau perak, melainkan dengan darahNya yang kudus dan mahal, dan dengan penderitaan dan kematianNya yang tidak karena dosaNya supaya aku menjadi milikNya dan hidup menjadi warga KerajaanNya, serta melayaniNya di dalam keadilan yang kekal, tidak berdosa, penuh berkat, juga sama seperti Dia bangkit dari kematian, hidup dan memerintah untuk selama-lamanya. Demikianlah sesungguhnya. ________________________________________ Pasal Ketiga Kekudusan orang Kristen Aku percaya kepada Roh Kudus, satu Gereja Kristen yang kudus, persekutuan orang-orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin. Maksudnya adalah : Aku percaya, bahwa aku tidak dapat dengan pikiran atau kekuatanku sendiri mempercayai Yesus Kristus, Tuhanku atau datang kepadaNya; tetapi Roh Kudus telah memanggil aku melalui Injil, menerangi hatiku dengan pemberianNya, menguduskan dan memelihara aku di dalam kepercayaan yang benar. Juga seperti Dia, selalu memanggil, mengumpulkan, menerangi dan menguduskan seluruh Gereja Kristen di dunia dan memeliharanya di dalam kesatuan dalam Yesus Kristus di dalam satu-satunya iman yang benar itu. Di dalam gereja itu Dia setiap hari bermurah hati mengampuni dosaku dan dosa seluruh orang percaya. Dan pada hari yang terakhir Ia akan membangkitkan aku serta semua orang mati dan memberikan kepadaku serta kepada semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus kegidupan yang kekal. Demikianlah sesungguhnya. DOA BAPA KAMI Bab III Doa yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus kepada murid-muridNya Kata Pembukaan Bapa kami yang di Sorga. Maksudnya adalah : Dengan kata-kata ini Allah mengajak kita supaya kita mempercayaiNya bahwa Dialah Bapa kita yang sesungguhnya dan kita anak-anakNya yang sesungguhnya. Berdasarkan hubungan ini, kita dengan segala keberanian dan keyakinan meminta kepadaNya seperti seorang anak yang dikasihi, kepada bapa yang disayangi. ________________________________________ Permintaan Pertama Dikuduskanlah namaMu. Maksudnya adalah : Sesungguhnya nama Allah itu sendiri kudus, tetapi kita meminta di dalam doa, supaya namaNya juga kudus dalam kehidupan kita. Bagaimana hal ini terlaksana? Demikian: Apabila Firman Tuhan diajarkan benar dan murni, dan kita sebagai anak Allah juga hidup dalam hidup yang suci sesuai dengan Firman itu. Ya Bapa yang di Sorga! Tolonglah kami melaksanakan ini. Tetapi siapa yang mengajarkan serta berkelakuan yang berbeda dengan ajaran Firman Tuhan, adalah menodai nama Allah di tengah-tengah kita. Dalam hal seperti ini, lindungilah kami Ya Bapa yang di Sorga. ________________________________________ Permintaan Kedua Datanglah KerajaanMu. Maksudnya adalah : Sesungguhnya Kerajaan Allah dengan sendirinya datang, walaupun kita tidak memintanya. Tetapi kita minta di dalam doa, supaya KerajaanNya datang juga kepada kita. Bagaimanakah hal ini terlaksana? Demikian: Apabila Bapa kita yang di Sorga memberikan RohNya yang kudus supaya dengan anugerahNya kita dapat percaya kepada FirmanNya yang kudus, dan berbuat sesuai dengan kehendakNya dalam hidup kita, masa kini dan masa mendatang selama-lamanya. ________________________________________ Permintaan Ketiga Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga. Maksudnya adalah : Sesungguhnya kehendak Allah yang baik dan penuh anugerah itu terjadi juga tanpa permintaan kita. Akan tetapi, kita minta di dalam doa supaya terlaksana juga kepada kita. Itulah yang kita mintakan. Bagaimanakah hal ini terlaksana? Demikian: Kalau Allah membinasakan dan mencegah segala rencana dan keinginan jahat yang tidak mengijinkan kita menguduskan namaNya dan menghalangi kedatangan KerajaanNya, seperti keinginan duniawi dan manusiawi. Sebaliknya, Allah menguatkan dan melindungi kita dengan kokoh di dalam FirmanNya dan iman hingga akhir hidup kita. Inilah anugerah dan kehendakNya yang baik. ________________________________________ Permintaan Keempat Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya Maksudnya adalah : Sesunguhnya Allah selalu memberi makanan sehari-hari kepada kita walaupun kita tidak minta, demikian juga kepada semua orang jahat. Tetapi kita minta di dalam doa, supaya Dia membimbing kita untuk menyadarinya dan untuk menerimanya dengan ucapan syukur dan terimakasih. Itulah yang kita mintakan. Apakah yang dimaksud engan makanan sehari-hari? Antara lain: Makanan, minuman, pakaian, perumahan, ladang, ternak, uang, barang-barang, suami-istri yang rukun, anak-anak yang baik, pelayan-pelayan yang baik, pegawai-pegawai yang baik dan setia, pemerintah yang baik, damai sejahtera dan ketertiban, sahabat yang baik, tetangga yang setia dan segala sesuatu kebutuhan hidup. ________________________________________ Permintaan Kelima Dan ampunilah akan kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Maksudnya adalah : Kita minta di dalam doa ini supaya Bapa yang di Sorga tidak memperhitungkan dosa maupun mempertimbangkannya, sehingga menolak permintaan kita. Karena kita tidak patut meminta sesuatu maupun mempunyai hak atas yang kita minta itu. Tetapi supaya Dia memberikannya semua kepada kita sebagai anugerah; walaupun kita setiap hari melakukan banyak dosa dan sesungguhnya kita tidak mempunyai hak akan yang kita minta, tetapi hanya hukuman saja yang patut bagi kita. Maka hendaklah kita juga mengampuni dengan hati yang sungguh dan selalu bersedia berbuat baik kepada mereka yang bersalah kepada kita. ________________________________________ Permintaan Keenam Dan jangalah membawa kami ke dalam pencobaan. Maksudnya adalah : Sesungguhnya Allah tidak mencobai seorang pun, tetapi kita minta di dalam doa supaya Allah melindungi dan memelihara kita, sehingga iblis, dunia, daging kita tidak akan menipu maupun menyesatkan kita ke dalam hal-hal yang sangat memalukan dan bercela. Dan sekiranya kita diserang oleh pencobaan-pencobaan tersebut, pada akhirnya kita masih dapat mengalahkan serta memperoleh kemenangan atasnya. ________________________________________ Permintaan Ketujuh Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Maksudnya adalah : Kita minta di dalam doa ini seperti semua yang telah kita minta terdahulu, supaya bapak yang di sorga melindungi kita dari setiap kejahatan apakah itu mengenai tubuh dan roh, godaan kekayaan dan kedudukan yang tinggi; dan apabila hidup kita tiba pada saat terakhir, diberikanNya berkat dan kasih karuniaNya yang membawa kita dari hidup yang penuh penderitaan kepada kehidupan di Sorga. ________________________________________ Doa Penutup Karena Engkau yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin Maksudnya “Amin” adalah : Amin, yaitu ya, sesungguhnya permintaanmu didengar. Supaya saya menjadi yakin bahwa permintaan saya dikabulkan dan didengar Bapa yang di Sorga, sebab Dia sendirilah yang menyuruh kita meminta dan Ia telah menjanjikan untuk mendengar doa kita. SAKRAMEN BABTISAN KUDUS Bab IV Sakramen Baptisan Kudus Apakah Baptisan itu? Baptisan itu bukanlah hanya air semata-mata, melainkan air yang dilaksanakan menurut perintah Allah dan dihubungkan dengan Firman Allah. Di manakah pesan Allah itu tertulis? Sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28:19, Kristus berkata: “Pergilah kamu ke seluruh dunia, ajarlah semua bangsa dan baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”. Apakah pemberian dan keuntungan Baptisan itu? Baptisan ini memberikan keampunan dosa, kelepasan dari kematian dan iblis serta memberi keselamatan yang kekal kepada semua orang yang percaya kepada Baptisan itu sebagai Firman dan janaji Allah yang dinyatakan. Bagaimana bunyi janji Allah itu? Sebagaimana tertulis dalam Injil Markus 16:16, Kristus berkata: “Barangsiapa yang percaya dan dibaptiskan, akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tidak percaya akan dihukum”. Bagaimana air itu memberikan kekuatan yang begitu besar? Sesungguhnya bukan air itu yang mempunyai kekuatan melainkan Firman Tuhan yang ada di dalam air itu, serta iman kita yang percaya bahwa Firman Tuhan berada di dalam air itu. Karena tanpa Firman Tuhandi dalamnya, air itu hanya air biasa saja dan bukan Baptisan. Tetapi apabila dihubungkan dengan Firman Allah, air itu adalah Baptisan, yaitu air yang penuh berkat kehidupan dan menyucikan kelahiran kembali di dalam Roh Kudus seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada Titus dalam Pasal tiga, “Tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus Juruselamat kita, supaya kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita”. Bagaimanakah sikap dan tingkah laku seseorang yang telah menerima Baptisan? Sikap dan tingkah laku seseorang yang telah dibaptiskan ialah: Hendaklah Adam yang buruk di dalam hidup kita itu dihanyutkan melalui penyesalan dan pertobatan setiap hari, dan mati bersama semua dosa dan nafsu jahat, sebaliknya setiap hari tumbuh dan bangkit menjadi manusia baru yang akan hidup di hadapan Allah di dalam kebenaran dan kesucian yang kekal. Di manakah tertulis pesan yang demikian? Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, pada pasal enam, “Demikianlah kita telah terkubur bersama Kristus dalam upacara pembaptisan itu ke dalam kematian, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan dibangkitkan menempuh hidup baru”. SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS Bab V Sakramen Perjamuan Kudus Apakah Perjamuan Kudus itu? Perjamuan Kudus adalah daging dan darah yang sebenarnya dari Tuhan kita Yesus Kristus melalui roti dan anggur yang diberikan bagi orang Kristen, sesuai dengan penetapan Yesus Kristus sendiri. Di manakah tertulis pesan yang demikian? Para Pekabar Injil Matius, Markus, Lukas dan Paulus menuliskan: “Pada malam Tuhan Yesus Kristus dihianati, diambilNya roti dan setelah Ia mengucapkan syukur lalu dipecah-pecahkanNya roti itu serta memberikan kepada murid-muridNya dan berkata: ‘Terimalah, makanlah, inilah tubuhKu yang diserahkan karena engkau; perbuatlah demikian untuk mengingat Aku’. Sesudah makan, diangkatNya piala minuman dan setelah Ia mengucapkan syukur, lalu diberikanNya kepada mereka sambil berkata: ‘Minumlah kamu sekalian dari piala ini, karena inilah darahKu, yaitu darah Perjanjian baru yang ditumpahkan karena engkau, untuk keampunan dosa. Perbuatlah demikian, setiap engkau meminumnya untuk mengingat Aku”. Apakah keuntungan memakan dan meminum itu? Keuntungannya telah jelas dinyatakan dalam Firman ini: “Yang diserahkan dan ditumpahkan karena engkau untuk keampunan dosa”. Disebut bahwa di dalam sakramen itu keampunan dosa, kehidupan dan keselamatan diberikan kepada kita melalui FirmanNya. Karena di mana ada pengampunan dosa, di situ ada kehidupan dan keselamatan. Bagaimanakah mungkin hanya dengan memakan daging dan meminum darah memberi keuntungan yang begitu besar? Sesungguhnya bukan karena memakan dan meminum itu memberikan kemungkinan, tetapi Firman itu yang mengatakan demikian: “Yang diserahkan dan ditumpahkan karena engkau untuk keampunan dosa”. Firman inilah yang terutama dalam sakramen tersebut, di samping memakan roti dan meminum anggur. Dan barangsiapa yang mempercayai Firman tersebut memperoleh apa yang dinyatakan Firman itu, yaitu keampunan dosa. Siapakah yang layak menerima Perjamuan Kudus itu? Sesungguhnya berpuasa dan melatih diri adalah suatu kebiasaan yang baik. Tetapi yang sebenarnya layak dan dengan persiapan yang baik, adalah orang yang mempercayai Firman ini: “Yang diserahkan dan ditumpahkan KARENA ENGKAU untuk keampunan dosa”. Tetapi barangsiapa yang tidak percaya atau bimbang akan Firman itu, dialah yang tidak bersedia dan layak. Sebab Firman itu berkata: “Karena engkau”, membutuhkan kepercayaan yang sebulat-bulatnya.

Lirik Lagu Batak

FALSAFAH, UMPASA, UPAMA BATAK

Falsafah Batak
Dijolo raja sieahan, dipudi raja sipaimaon
(Hormatan do natua-tua dohot angka raja).
Sada silompa gadong dua silompa ubi,
Sada pe namanghatahon Sudema dapotan Uli.
Pitu batu martindi sada do sitaon nadokdok
(Unang maharaphu tu dongan).
Jujur do mula ni bada, bolus do mula ni dame
(Unang sai jujur-jujuri salani dongan, alai bolushon ma).
Siboru buas siboru Bakkara, molo dung puas sae soada mara
(Dame ma).
Sungkunon poda natua-tua, sungkunon gogo naumposo
(Bertanggung-jawab).
Umpasa tu Naposobulung (Buat orang-orang muda)
Jolo tiniktik sanggar laho bahenon huru-huruan,
Jolo sinukkun marga asa binoto partuturan.
Tudia ma luluon da goreng-goreng bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Tobing bahen dongan.
Tudia ma luluon da dakka-dakka bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Sinaga bahen dongan.
Manuk ni pealangge hotek-hotek laho marpira
Sirang na mar ale-ale, lobianan matean ina.
Silaklak ni dandorung tu dakka ni sila-sila,
Ndang iba jumonok-jonok tu naso oroan niba.
Metmet dope sikkoru da nungga dihandang-handangi,
Metmet dope si boru da nungga ditandang-tandangi.
Torop do bittang di langit, si gara ni api sada do
Torop do si boru nauli, tinodo ni rohakku holoan ho do
Rabba na poso, ndang piga tubuan lata
Hami na poso, ndang piga na umboto hata
Upasa manjalo Tintin Marangkup (Pasangan saat tukar cincin)
Bulung namartampuk, bulung ni simarlasuna,
Nunga hujalo hami tintin marangkup,
Dohonon ma hata pasu-pasuna.
Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang
Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi boru ni Tulang.
Sai tong doi lubang nangpe dihukkupi rere,
Sai tong doi boru ni Tulang, manang boru ni ise pei dialap bere.
Amak do rere, dakka do dupang,
Anak do bere, Amang do Tulang.
Asing do huta Hullang, asing muse do huta Gunung Tua,
Asing do molo tulang, asing muse do molo gabe dung simatua.
Umpasa tu na marbagas. (Pasangan yang baru menikah)
Dakka ni arirang, peak di tonga onan,
Badan muna naso jadi sirang, tondi mu marsigomgoman.
Giring-giring ma tu gosta-gosta, tu boras ni sikkoru,
Sai tibu ma hamu mangiring-iring, huhut mangompa-ompa anak dohot boru.
Rimbur ni Pakkat tu rimbur ni Hotang,
Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusima hamu dapot pansamotan.
Dekke ni sale-sale, dengke ni Simamora,
Tamba ni nagabe, sai tibu ma hamu mamora.
Sahat-sahat ni solu, sahat ma tu labuan,
Sahat ma hamu leleng mangolu, jala sai di dongani Tuhan.
Sahat solu, sahat di parbinsar ni ari,
Leleng ma hamu mangolu jala di iring-iring Tuhan ganup ari.
Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut
Molo burju marhula-hula, dipadao mara marsundut-sundut.
Ruma ijuk tu ruma gorga,
Sai tubu ma anakmuna na bisuk dohot borumuna na lambok marroha.
Anian ma pagabe tumundalhon sitodoan,
Arimu ma gabe molo marsipaolo-oloan.
Gadu-gadu ni Silindung, tu gadu-gadu ni Sipoholon,
Sai tubu ma anakmuna 17 dohot borumuna 16.
Andor hadukka ma patogu-togu lombu,
Sai sarimatua ma hamu sahat tu na patogu-togu pahoppu.

UMPASA MANGAMPU
Bulung ni Taen tu bulung ni Tulan
Ba molo tarbahen, sai topot hamu hami sahali sabulan,
Molo so boi bulung ni tulan, pinomat bulung ni salaon,
Ba molo so boi sahali sabulan, pinomat sahali sataon.
Ni durung si Tuma laos dapot Pora-pora.
Molo mamasu-masu hula-hula mangido sian Tuhan,
Napogos hian iba, boi do gabe mamora.
Songgop si Ruba-ruba tu dakka ni Hapadan,
Angka pasu-pasu na ni lehon muna,
Sai dijangkon tondi ma dohot badan.
Mardakka Jabi-jabi, marbulung ia si Tulan
Angka pasu-pasu na pinasahat muna,
Sai sude mai dipasaut Tuhan.
Naung sampulu sada, jumadi sampulu tolu,
Angka pasu-pasu pinasahat muna,
Sai anggiatma padenggan ngolu-ngolu.
Naung sapulu pitu, jumadi sapulu ualu,
Angka pasu-pasu pinasat muna hula-hula nami,
Diampu hami ma di tonga jabu.
Turtu ninna anduhur, tio ninna lote,
Angka pasu-pasu pinasahat muna,
Sai unang ma muba, unang mose.
Habang pidong sibigo, paihut-ihut bulan,
Saluhut angka na tapangido, sai tibu ma dipasaut Tuhan.
Obuk do jambulan, nidandan ni boru Samara
Pasu-pasu na mardongan tangiang sian hula-hula,
Mambahen marsundut-sundut soada mara.
Tinapu bulung nisabi, baen lompan ni pangula
Sahat ma pasu-pasu na nilehon muna i tu hami,
Sai horas ma nang hamu hula-hula.
Suman tu aek natio do hamu, riong-riong di pinggan pasu,
Hula-hula nabasa do hamu, na girgir mamasu-masu.



AKKA UMPASA NA ASING
Martahuak ma manuk di bungkulan ni ruma,
Horas ma hula-hulana,songoni nang akka boruna.
Simbora ma pulguk, pulguk di lage-lage,
Sai mora ma hita luhut, huhut horas jala gabe.
Hariara madungdung, pilo-pilo na maragar,
Sai tading ma na lungun, ro ma na jagar.
Sinuan bulu sibahen na las,
Tabahen uhum mambahen na horas.
Eme ni Simbolon parasaran ni si borok,
Sai horas-horas ma hita on laos Debata ma na marorot.
Sititik ma sigompa, golang-golang pangarahutna,
Tung so sadia pe naeng tarpatupa, sai anggiat ma godang pinasuna.
Pinasa ni Siantar godang rambu-rambuna,
Tung otik pe hatakki, sai godang ma pinasuna.
Tuat si puti, nakkok sideak,
Ia i na ummuli, ima ta pareak.
Aek godang tu aek laut,
Dos ni roha sibaen na saut.
Napuran tano-tano rangging marsiranggongan,
Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
Marmutik tabu-tabu mandompakhon mataniari,
Sai hot ma di hamu akka pasu-pasu, laho marhajophon akka na sinari.
Bona ni pinasa, hasakkotan ni jomuran,
Tung aha pe dijama hamu, sai tong ma dalan ni pasu-pasu.
Mandurung di aek Sihoru-horu, manjala di aek Sigura-gura,
Udur ma hamu jala leleng mangolu, hipas matua sonang sora mahua.
Dolok ni Simalungun, tu dolok ni Simamora
Salpu ma sian hamu na lungun, sai hatop ma ro si las ni roha.

UMPAMA BATAK

Ai gala-gala sitelluk, telluk mardagul-dagul; pambahenanmi ma bengkuk, nanget ma I niapul-apul.
Ampapaga dolok, ampapaga ni sibuloan; unang hita marbada, hita do marsogot dohot haduan.
Ai sande ma gander bulu, tu bulung ni ampapaga; ba unang ma hita pagulut, tasungkun ma sibege hata.
Andalu panduda, anduri pamiari; ndang dapot tarjua pandokkon ni sori ni ari.
Andor halumpang togu-togu ni lombu; sai sarimatua ma ho paabing-abing pahompu.
Ai ho do nilonggi ni lili tinoktok ni porda; sinolom ni panailin tinodo ni roha.
Bibir ni sapa tu parpagaran; hata siingoton, ndang jadi toisan padan.
Bintatar panding-dingan, simartolu parhongkomna; sidok hata hagigian so ada na hinophopna.
Bagot sisandebona papitu ila-ila; pamangan na mandok, bohi do na maila.
Dangka do dupang, amak rere; ama do tulang, anak di ibebere.
Hotang binebe, hotang pinulos-pulos; unang hita mandele ai godang tudos-tudos.
Langkitang gabe hapur; na hinilang jadi mambur.
Niarit hotang bahen bibir ni hirang; unang hamu marbada, tonggi tabo na parpariban.
Niarit tarugi laho mambuat pora-pora; ia naeng iba jumpangan uli, ba ingkon olo do iba loja.

MARGA BATAK

Induk Marga Batak & Cabang-Cabangnya
Si Raja Batak mempunyai dua anak, yaitu Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon.
Anak dari Guru Tatea Bulan ada empat, yaitu: Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, dan Malau Raja.
I.1 SARIBU RAJA:
I.1.1. Si Raja Lontung (Lontung Sisia sada Ina)
1. Toga Sinaga (Bonor, Ompu Ratus, Uruk)
2. Toga Situmorang (Pande, Lumban Nahor, Suhut ni Huta, Siringoringo, Rumapea, Sitohang)
3. Toga Pandiangan ( Pandiangan, Samosir, Gultom, Harianja, Pakpahan, Sitinjak)
4. Toga Nainggolan :
a. Toga sibatu (Sibatuara, Parhusip)
b. Toga Sihombar (Lbn. Nahor, Lbn. Tungkup, Lbn. Raja, Lbn. Siantar, Hutabalian)
5. Toga Simatupang (Togatorop, Sianturi, siburian)
6. Toga Siregar (Silo, Dongoran, Silali/Ritonga/sormin, Siagian)
7. Toga Aritonang (Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare)
I. 1. 2. Si Raja Borbor :
(Pasaribu, Harahap, Parapat, Matondang, Sipahutar, Tarihoran, Saruksuk, Lubis, Batubara, Pulungan,Hutasuhut, Daulay).
I. 2. LIMBONG :
- Palu Onggang
- Langgat Limbong
I.3. SAGALA
(Hutaruar, Hutabagas, Hutaurat)
I.4. MALAU RAJA
(Pase, Nilambean, Manik&Damanik, Ambarita, Gurning)

Anak Dari Si Raja Isumbaon :
II. 1. Tuan Sorimangaraja
II. 2. Si Raja Asiasi
II. 3. Sangkar Somalidang
II.1.1. Naimbataon atau PARNA (Parsadaan Raja Nai Ambaton)
1. Simbolon Tua (Simbolon, Tinambunan, Tumanggor, Turutan, Pinayungan, Maha, Nahampun)
2. Tamba Tua (Tamba, Sidabutar, Sidabalok, Siadari, Sijabat)
3. Munte Tua (Munte, Sitanggang, Sigalingging)
4. Saragi Tua (Saing, Simalango, Simarmata, Nadeak, Sidabungke, Rumahorbo, Sitio, Napitu)

II.1.2. NAIRASAON
1. Manurung
2. Sitorus
3. Sirait
4. Butarbutar
II.1.2.3. NAISUANON :
* Tuan Sorba Dibanua
* Raja Tunggul

A. Tuan Sorba Dibanua
1. Sibagot Nipohan :
a. Tuan Sihubil (Tampubolon)
b. Tuan Dibangarna (Panjaitan, Silitonga, Siagian, Sianipar)
c. Tuan Somanimbil (Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol)
d. Sonak Malela (Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede)
2. Sipaet Tua (Hutahaean, Aruan, Hutajulu, Sibarani, Sibuea, Pangaribuan, Hutapea)
3. Silahi Sabungan (Silalahi, Sihaloho, Situngkir, Sondi, Sinabutar, Sinabariba, Sinabang, Pintubatu, Tambun, Tambunan)
4. Si Raja Oloan (Naibaho, Sihotang, Bakkara, Sinambela, Sihite, Manullang)
B. Raja Tunggul
1. Si Raja Sobu (Sitompul, Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Simorangkir, Hutagalung, Hutapea/Tobing)
2. Siraja Sumba :
a. Sihombing (Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit)
b. Simamora (Purba, Manalu, Debataraja, Tuan Sumerhan)
3. Siraja Naipospos (Marbun: Lbn.Batu, Banjar Nahor, Lbn. Gaol, Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang)